Arsip untuk Oktober, 2008

Kamis Sial

Hari itu adalah hari kamis. Itu adalah jadwal dan waktuku untuk mengikuti les rutin tiap minggu. Waktu berangkat aku sambil santai-santai aja. Tapi waktu disana malah saya dikunci diluar sama teman2 saya. Yaaaa aku sih santai saja. Orang gitu aja kok repot. Ya itung2 caper saya melongok ke cendela, berharap cendelanya tidak dikunci. Aku kaget malahan cendelanya malah dikunci sama kawat. Jadi terpaksa saya menunggu belas kasihan dari teman2. Akhirnya pintu pun dibuka. Aku pun masuk kedalam. Saat itu waktunya pelajaran matematika. Jadi aku siapkan segala sesuatunya. Ketika baru berjalan 10 menit tiba-tiba”pet……pet…”. Busyet lampu mati. Ya kayak di film2 anak cewek2nya teriak-teriak. Jadi suasana ramai banget. Aku sih santai saja, orang aku bawa senter kecil di tasku. Tapi lampuny gak hidup-hidup. Usut demi usut ternyata listriknya konslet. Jadi terpaksa kami semua dipulangkan. Dan lesnya pun diganti hari Minggu. Saat pulang aku pun mulai memikirkan rencana untuk kemana aku ini. Jam masih menunjukkan pukul 7 malam. Jadi aku dan temanku Doni memutuskan untuk pergi kesebuah warnet di depan SMAN 11 SBY. Aku boring banget, ternyata koneksinya super lemot. Bayangkan untuk nulis artikel ini saja perlu log in sekitar 20 menit. Jadi hari kamis ini adalah hari sial banget. Belum lagi ditambah pulsaku habis lagi. Rasanya kesialan ini begitu lengkap rasanya.

Rabu Kelabu

Hari itu hari rabu. Tanggal 22 oktober 2008. Itu adalah hari rabu paling terburuk dan paling kelam bagi aku. Bagaimana tidak kelam, orang dari pagi aja aku sudah suntuk banget dan aku dari rumah sudah tidak mood untuk pergi kesekolah. Tapi akhirnya aku tetap berangkat sekolah. Awalnya aku sih masih ragu mau sekolah apa gak??. Soalnya perasaanku tidak enak banget. Akhirnya aku sampai juga di sekolah. Aku lansung menuju ke ruang kelasku. Pelajaran jam ke-1 dan ke-2 aku mulai semangat mengikuti pelajaran. Ketika jam ke-3 aku dimintai tolong sama temanku yang berinisial “A”. dia meminta tolong untuk bisa mengantarkan 3 anak perempuan untuk menghadiri teknikal meeting acara OZ yang diadakan oleh deteksi. Aku pun mau saja. Karena denger-denger kalau gak mengikuti TM itu ereka akan kena denda dan di diskualifikasi. Makanya aku pun setuju. Jam ke-4 aku berangkat dari sekolah, dan aku sudah mendapat surat ijin dari sekolah. Jadi aku tidak perlu takut di tulis “A”. Aku pun berangkat ke Graha Pena. Aku disana mengantarkan 3 orang cewek. Akupun ditemani oleh temanku berinisial “S”.Kami bertiga pun menungu di pelataran parkir. Tapi teman salah satu teman kami yang berada di sekolah marah-marah lewat telepon. Dia menuduh kami bertiga bolos. Terus pergi mejemng ke Royal plaza. Akhirnya terjadi perdebatan panjang, sampai-sampai security datang dan mengusir kami bertiga. Akhirnya kami menunggu di tempat lain. Sampai akhinya kami pun pulang jam 2 siang dan kami semua langsung menuju sekolah. Betapa kagetny kami, ketika kami tau kalau kami bertiga mendapatkan absensi “A” pada saat itu. Kami bertiga berdebat hebat. Lanjutkan membaca ‘Rabu Kelabu’

Jeritan Hati Orang Mbenjeng

Wuiiiiiii hari gini masih sulit banget cari inspirasi buat posting di blog. Ya itulah yang aku alami. Sudah hampir 3 minggu lebih blog ku pun tak pernah ku sentuh. Bagaimana gak kesentuh orang terakhir aku sentuh, saat itu pas liburan. Sekarang da selesai liburannya. Ya maklum selain tidak ada ide untuk posting, hal lain juga karena di tempat tinggal saya di Benjeng tidak ada Warnet. Jadi ya saya belum pernah menyentuh blog saya sekalipun. Nah untuk kali ini saya mau posting tentang kehidupan sehari-hari di benjeng sana. Sebenarnya ini sih lebih pantas kalau dibilang curhat kali ya….!!!. Ini masalah pertama yang sering aku hadapi du benjeng. Nah sekarang kan musim kemarau nah inin membuat hidup di Benjeng sama ganasnya seperti hidup di gurun kalahari. Tau kenapa? ya karena di Benjeng tu sabgat sulit sekali kalau mencari air. Bagaimana gak sulit orang air PDAM aja disana gak ada. Jadi tu benjeng bagaikan gurun deh kalau di waktu musim kemarau. Bayangkan saja air telaga saja kering kerontang, sumur gak keluar, sungai pun kering. Ya apa boleh buat kalau ada salah seorang warga yg masih punya air sumur maka warga yg lain akan berebut ubtuk membeli air tsb. Di kondisi yg seperti itu diperparah oleh banyaknya warga. Jadi sering terjadi konflik karena rebutan air. Seperti yg saya alami. Saya hampir berkelahi dengan salah seorang warga. Kejadiannya sih sepele karena rebutan air. Masalah yang lain banyak banget tapi akan ku bicarain satu lagi. Yaitu kalau misim hujan di Benjeng tu sering Banjir. Bahkan ada jalur tengkorak lo kalau banjir disana. Eh……Benjeng pernah masuk tv lo gara-gara banjir. Terus yang membuat aku rindu pada banjirnya benjeng itu karena aku bisa cari ikan. Aku bia dapat banyak dan besar-besar. Karena ikan-ikan dari sungai terbawa arus semua. Jadi kalau habis banjir gak usah beli ikan deh.


pengunjung ke

  • 17.616 people

kalender

Oktober 2008
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Warning!!!!!!!!!

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Eng ing eng

Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008 Blog Kisara Indonesian Muslim Blogger

Kampanye 2008

My birth day 15 april

Aku rangking ke….?

Search Engine Optimization

Pengunjung Terbaru